World Class Professor Program oleh Prof. Dr. Khairudin Aljunied


Kajian mengenai sejarah intelektual yang dihubungkan pada formasi kosmopolitanisme di Asia Tenggara telah dilakukan oleh sejarawan di Asia Tenggara. Topik tentang kosmopolitanisme dan sejarah intelektual pun telah direspon dalam proyek penelitian yang dilakukan oleh dosen-dosen di lingkup Departemen Sejarah. Pada dekade terakhir perkembangan yang paling menonjol di antara para sejarawan adalah pergeseran topik pada "sejarah global". Akar studi mengenai sejarah global dengan kosmopolitanisme dianggap lebih tua dan memiliki kecenderungan yang berbeda dengan sejarah internasional. Sejarah intelektual dapat dianggap mampu menjadi agen diplomatik untuk menelusuri formasi modernitas dan kosmopolitanisme regional atau dunia. Cabang ilmu sejarah ini telah disetujui sebagai kajian yang membahas mengenai perkembangan aktivitas transnasional dari masyarakat dunia, penyebaran gejala kesehatan, arus perpindahan barang. Istilah "sejarah intelektual", dimunculkan oleh James Harvey Robinson pada awal abad kedua puluh, diadopsi oleh berbagai sejarawan yang sebagian besar berfokus pada periodisasi, mendukung konsepsi fungsionalisme ide, atau lebih menyukai pemahaman pemikiran sejarah yang lebih otonom dan kontekstual. Sebagai permulaan, kontribusi ke bidang sejarah intelektual telah dihasilkan oleh berbagaii sejarwan yang berasal dari tradisi nasional (national traditions) yang berbeda dan didasarkan pada subjek akademik yang berbeda, serta menggunakan pendekatan metodologis yang beragam. Oleh karena itu, kajian mengenai perkembangan sejarah intelektual dan sumbangannya dalam formasi kosmopolitanisme Asia Tenggara menjadi topik baru yang unik dan penting didiskusikan pada tataran perkembangan sejarah sebagai sebuah ilmu.

Dalam konteks ini, sangat penting untuk dilakukan kegiatan World Class Professor oleh Dr. Khairudin Aljunied (Faculty of Arts and Social Sciences, National University of Singapore) dengan judul kegiatan “Southeast Asian Studies on Intellectual History, Religious Cosmopolitanism, and Social Movements [Kajian Asia Tenggara mengenai sejarah intelektual, kosmopolitan agama, dan pergerakan sosial].

Dalam rangka pelaksanaan program World Class University untuk menuju 500 besar universitas kelas dunia, Program Studi Doktor Sejarah (PSDS), Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya berencana menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor oleh Prof. Dr. Khairudin Aljunied dari National University of Singapore dengan tema Southeast Asian Studies on Intellectual History, Religious Cosmopolitanism and Social Movements: Supervising and Mentoring for International Publication, pada 13-24 Mei 2019.